Senin, 02 Februari 2015

"INI BAGUS", KATA PIGMALION!

Alkisah, Pigmalion memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Sang Raja. Ia terkenal sebagai penasehat yang sangat bijaksana. Anehnya, Pigmalion ini mempunyai kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas semua situasi dalam hidupnya, baik positif maupun negatif.

Suatu hari Sang Raja dan Pigmalion pergi berburu. Pigmalion mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja. Tetapi, kelihatannya Pigmalion melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata tersebut, karena setelah menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.

Seperti biasa Pigmalion berkomentar, “Ini bagus!”, yang kemudian dijawab oleh Raja, “Ini tidak bagus!”, dan akhirnya Raja tersebut menjebloskan Pigmalion ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal , kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakar Raja. Ketika mereka mendekat dan bersiap untuk menyalakan kayu tersebut,mereka melihat bahwa Sang Raja tidak mempunyai jempol. Karena percaya pada takhayul, mereka tidak pernah makan orang yang tidakk utuh anggota tubuhnya. Jadi mereka memutuskan untuk membebaskan Raja tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Raja tersebut ingat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap Pigmalion teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan Pigmalion. “Kamu benar”, katanya, “baguslah bahwa aku kehilangan jempolku”. Dan dia menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kepada temnnay itu. “Saya menyesal telah menjeboskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu”.

“Tidak”, kata Pigmalion, “Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’? bagaimana bisa bagus, aku telah memenjarakan kamu selama satu tahun.” Pigmalion menjawab, “Kalau anda tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu”.

Kehilangan jempol ataupun kehilangan kebebasan karena dipenjara bukanlah hal yang menyenangkan. Namun karena dua peristiwa itulah, Sang Raja dan Pigmalion tidak menemui ajalnya dalam peristiwa konyol itu.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, mata pencaharian, bahkan orang yang kita sayangi. Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat Tuhan karenanya. Beberapa di antara kita mengalami konflik batin yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak menyenangkan itu. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh dari Tuhan.
Namun jika kita dapat mengikuti sikap Pigmalion di atas, yang secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya hikmah yag tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.
Jadi, marilah belajar untuk berkata “YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan Tuhan dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat” hikmah yang tersamar dalam berbagai peristiwa dalam kehidupan kita.

Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi? Terlebih lagi bila selama ini kita merasa telah menjadi hamba Tuhan yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadipada kita? Ada peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah pada-Nya.

Sikap positif itu pada dasarnya adalah perwujudan nyata dari suasana jiwa yang lebih mengutamakan pada kegiatan kreatif daripada kegiatan yang menjemukan; kegembiraan daripada kesedihan; harapan daripada keputusasaan. Sikap positif adalah keadaan jiwa yang dapat dipertahankan melalui usaha-usaha secara sadar. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah yang negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan!.

Ubahlah mindset anda dari sekarang, perbaruilah hidup anda, dan jadikan hidup anda lebih bervariasi serta berwarna dengan pikiran yang positif. Bukankah dalam Islam juga sudah dijelaskan dalam Firman Allah SWT berupa Hadits Qudsy; "Ana 'inda dhonni 'abdi bi", - Aku tergantung prasangka hambaku kepadaku. Success is a state of mind,if you want success, start thinking of yourself as a success.

Dikutip dari buku "Pigmalion dan Kisah-kisah Inspiratif Lain" terbitan Mahadhika Publishing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar